
BANDARLAMPUNG- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak dunia usaha membangun ekonomi Lampung.
Ajakan Gubernur Mirza ini dalam “Coffee Morning: Silaturahmi dan Ngopi Bareng Gubernur dengan Dunia Usaha” di Mahan Agung, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan ini menjadi wadah para pelaku bisnis di Lampung menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah.
Selain itu, acara ini juga membangun kesepahaman demi menyiptakan iklim usaha kondusif dan produktif.
Melalui acara ini, Mirza ingin menyiptakan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta guna mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di Lampung.
Ia mengakui, Lampung masih menghadapi tantangan meningkatkan kualitas SDM. Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2025, Lampung berada peringkat ke-26 nasional.
“Jika SDM kita lemah, itu bisa menjadi beban, baik dunia usaha maupun bagi pemerintah,” tegasnya.
Gubernur berkomitmen menyiptakan iklim usaha sehat dan kompetitif melalui kebijakan mendukung pertumbuhan pelaku usaha berbagai sektor.
Skema Hexahelix
Mirza mengajak seluruh pelaku usaha bersinergi dengan pemerintah daerah melalui skema Hexahelix, yaitu kolaborasi antara enam unsur utama.
Enam unsur ini, kata ia, yaitu Pemerintah, sebagai regulator dan fasilitator kebijakan. Akademisi, melalui riset dan pengembangan dan Pelaku Usaha, sebagai penggerak ekonomi;
Lalu, Komunitas/Masyarakat, sebagai pelaku pembangunan di lapangan. Media, sebagai penyampai informasi dan promotor kegiatan, dan Hukum dan Regulasi, sebagai penghubung antarsektor agar inovasi berjalan sesuai aturan.
Gubernur Mirza menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha.
“Satu-satunya cara mempercepat pertumbuhan ekonomi ialah mendukung dunia usaha,” ujarnya.
Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lampung, Veronika Saptarini, mengapresiasi komitmen Gubernur Lampung karena terbuka terhadap aspirasi pelaku usaha.
“Dunia bisnis hari ini tak bisa lagi menggunakan sistem hit and run, karena itu akan merusak citra perusahaan,” ujar Veronika. (kmf)